Bupati di Depan Rapat Paripurna DPRD: Kita Semua Bersyukur Polemik Hari Jadi Tak Muncul Lagi

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM menyatakan kita semua layak bersyukur, karena setelah Peraturan Daerah Nomer 9 Tahun 1994 tentang Hari Jadi Kabupaten Purworejo 5 Oktober 901 direvisi dengan Perda Nomer 1 Tahun 2019, kini polemik sudah tidak muncul lagi.

“Peringatan Hari Jadi ke-189 ini merupakan peringatan yang kedua kali paska dilakukannya revisi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 1994,” kata Bupati dalam pidato Hari Jadi ke-189 Kabupaten Purworejo, di depan rapat paripurna DPRD, Kamis (27/2).

Lebih lanjut Bupati mengatakan, penetapan tanggal 27 Februari 1831 M sebagai Hari Jadi Kabupaten Purworejo, bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi Pemkab dan masyarakat Kabupaten Purworejo dalam menyelenggarakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo. 

Disamping itu penetapan Hari Jadi Kabupaten Purworejo dengan mengambil momentum perubahan nama Brengkelan menjadi Purworejo, diharapkan dapat memantapkan jati diri dan melengkapi identitas serta sebagai motivasi bagi masyarakat dan Pemkab dalam membangun daerah.

 

Pram Prasetyo Ahmad membacakan riwayat singkat lahirnya Purworejo

“Penetapan Hari Jadi Purworejo pada saat nama Brengkelan dikukuhkan menjadi Purworejo menjadi salah satu aset yang mampu memiliki nilai aspek historis dan filosofis, karena nama Purworejo dimaknai sebagai awal kemakmuran,” tandasnya.

Peringatan Hari Jadi Ke-189 Kabupaten Purworejo memang telah kita rencanakan semeriah mungkin, mengingat Tahun 2020 ini merupakan gong-nya Romansa Purworejo 2020.
Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Dion Agasi Setyabudi dan didampingi tiga wakil ketua itu, dibacakan riwayat singkat sejarah perubahan nama Brengkelan menjadi Purworejo oleh Asisten III Sekda Pram Prasetyo Ahmad.

Disebutkan, sesuai dengan catatan di dalam buku Babad Mataram yang ditulis oleh Pangeran Diponegoro, dan di naskah Babad Kedungkebo karya RAA Cokronegoro, kata “Purworejo” pertama kali disampaikan oleh RAA Cokronegoro pada 27 Februari 1831 bertepatan dengan 14 Romadhon.

“Saat itu usai sholat tarawih dan tadarus Alquran, Adipati Cokrojoyo yang saat itu menjabat Bupati Brengkelan, menyampaikan perubahan dari Brengkelan jadi Purworejo,” ungkapnya. (Nas)

Tinggalkan Balasan