Bupati Bermalam di Wirun, Warga Pamerkan Berbagai Produk Unggulan

KUTOARJO, Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM bersama Wakil Bupati Yuli Hastuti, SH, Sekda Said Romadhon, para asisten Sekda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan Forkompincam Kutoarjo menginap di Desa Wirun, Kecamatan Kutoarjo dalam program Bupati Saba Desa Tahun 2018, Rabu-Kamis (11-12/7). Kehadiran bupati yang juga diikuti unsur pimpinan DPRD dan sejumlah badan usaha mendapatkan sambutan hangat dari warga.
Sebelum tiba di Desa Wirun, Bupati bersama rombongan menyempatkan mampir di desa-desa yang searah dengan desa tujuan, yakni Desa Sokoharjo, Kemadu, dan Kaligesing.
Pihak desa pun memanfaatkan kedatangan bupati untuk memamerkan beragam produk unggulan desa yang dimiliki. Di Desa Kemadu, bupati meresmikan Kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
Bupati berharap keberadaan BUMDes dapat dioptimalkan hingga mampu memunculkan sebuah desa yang mandiri. Dirinya juga mendorong agar desa-desa di Purworejo dapat menciptakan produk yang dapat menjadi keunggulan.
“Apa yang sudah dilakukan di Kemadu ini layak menjadi contoh bagi desa-desa yang lain di Purworejo. Saya yakin banyak potensi yang bisa digali di setiap desa,” kata bupati.
Selanjutnya suasana semarak tampak saat rombongan tiba di Desa Wirun. Ratusan warga yang dikomandoi Kades Wirun, Wahyudi, antusias melakukan penyambutan. Berbagai potensi unggulan, seperti kesenian tradisional, produk makanan lokal, serta kerajinan ditampilkan.

Sejak awal kegiatan, rombongan membaur dengan masyarakat. Pada malam hari, warga dan tokoh masyarakat diajak sarasehan seputar strategi pengembangan usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Sarasehan berlangsung aktif dengan narasumber Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Gandi Budi Supriyanto.
Desa Wirun yang dikenal dengan produk unggulan berupa kerajinan, khususnya sangkar burung, didorong untuk terus berinovasi dan mendongkrak pertumbuhan UMKM.
Bupati yang menginap di rumah salah satu warga penerima program bantuan RTLH juga memberikan tali asih kepada tuan rumah. Selanjutnya pada pagi hari, dimulai dengan salat subuh bersama, keakraban kian terjalin dengan jalan sehat yang diikuti sekitar 600 warga.
Bupati juga menyempatkan diri mampir di Pasar Gembor Wirun dan menyapa para pedagang. Di lokasi itu, bupati berdialog dengan pedagang dan berjanji akan mengupayakan pembangunan pasar tradisional agar lebih tertata. Jika tidak memungkinkan menggunakan APBD, APBN menjadi solusinya.
Rombongan lalu bertolak menuju Sungai Bedono yang berada tidak jauh dari Balai Desa Wirun untuk melepas ribuan bibit ikan nila dan mujahir.
“Pesan saya tolong sungai ini dijaga dengan baik, jangan ada yang menyetrum atau menggunakan obat untuk menangkap ikan. Cukup dengan pancing kalau mau menangkap, itu lebih nyeni dan enjoi,” ungkap Bupati.
Bupati juga berharap kepada masyarakat Desa Wirun agar adanya program Bupati Saba Desa dapat menjadi daya ungkit pembangunan desa. Mengoptimalkan sumber daya alam dan manusia yang ada, serta memunculkan ide atau gagasan cemerlang.
Menyongsong Tahun Kunjungan Wisata Romansa Purworejo 2020 dan adanya sejumlah mega proyek di Purworejo, Desa Wirun diharapkan juga dapat turun berperan aktif.
“Dengan ide atau gagasan yang cemerlang itu akan membuahkan hasil yang positif yang dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap bupati. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *