BLK Cangkrep Gelar Pelatihan Keterampilan Berbasis Kompetensi

PURWOREJO, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Purworejo kembali menggelar pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi.

Pelatihan ketrampilan dengan 14 paket kejuruan tersebut diikuti sebanyak 224 peserta. Kegiatan dibuka oleh Asisten II Budi Harjono mewakili Sekda Purworejo, Selasa (26/2).

Kepala UPT BLK Disperinaker Purworejo Sudarman,S.Sos mengatakan, 14 paket tersebut terdiri atas 10 paket pelatihan institusional dengan kejuruan pembuat roti dan kue, servis sepeda motor konvensional, penggambaran 2D dengan sistem CAD, perakitan komputer, pengoperasian mesin bubut, menjahit dengan mesin, pembuatan hiasan busana dengan mesin bordir high speed, pengolahan adminitrasi perkantoran, pembuatan desain grafis dan juru las I SMAW.

“Sedang 4 paket pelatihan non institusional meliputi mengerjakan finishing dengan teknik semprot, lokasi di Rutan Purworejo, teknisi audio video, lokasi di Desa Penungkulan Kecamatan Gebang, pembuatan roti dan kue, lokasi di Desa Candisari Kecamatan Banyuurip, dan pemasangan instalasi otomatis listrik industri dengan lokasi di Desa Sikambang Kecamatan Pituruh,”kata Sudarman.

Dijelaskan, tujuan kegiatan untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktifitas tenaga kerja di Kabupaten Purworejo.

“Dengan harapan setelah selesai mengikuti pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi ini bisa menambah pengetahuan dan mempunyai skiil sehingga mampu bersaing di pasar kerja dan akhirnya bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Purworejo,”jelas Sudarman.

Ditambahkan, peserta pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi tersebut masing-masing 16 orang perpaket diikuti oleh warga masyarakat Purworejo.

Sementara dalam sambutannya Boedi Hardjono mengatakan, UPT BLK Disperinaker pada tahun 2019 mendapat tugas untuk melaksanakan pelatihan dengan berbagai kejuruan sebanyak 60 paket pelatihan dana APBN dan 9 paket pelatihan dana APBD.

Pelatihan ketrampilan sumber dana APBD sudah dilaksanakan sebanyak 3 paket pelatihan dari 9 paket pelatihan. Sedang pelatihan dana APBN sebanyak 14 paket.

“Penyampaian sistem belajar mengajar dengan metode andragogi (cara belajar orang dewasa) maka siswa dituntut aktif sehingga penyerapan PKS (Pengetahuan Ketrampilan dan Skiil ) dapat optimal,” kata Boedi Hardjono.

Dalam kesempatan itu Boedi Hardjono juga berpesan agar instruktur tidak hanya melatih, tapi juga mencarikan jejaring agar alumnusnya dapat ditempatkan.

“Harus dibentuk organisasi kelas maupun angkatan agar dapat membantu dalam pembelajaran maupun setelah lulus nanti,”tandas Budi. (W5)

Tinggalkan Balasan