Berpura-pura Mau Beli, Sepeda Motor Dicoba dan Dibawa Kabur

BAYAN, Unit Reskrim Polsek Bayan menangkap Taefur (38) warga Dusun Salan RT 02 RW 05 Kelurahan Balesari Kecamatan Windusari, Magelang, karena diduga membawa kabur sepeda motor Suzuki FU 150 Nopol AA 3239 LL milik Nur Hadimawas (38) warga Dusun Kedungjeru RT 02 RW 02 Desa Winongkidul Kecamatan Gebang. Taefur ditangkap di Terminal Bus Tidar Magelang, Selasa (18/9).
Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetia, SIK melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Siti Komariah didampingi Waka Polsek Bayan Iptu Ida Wida Astuti menjelaskan, dalam melakukan aksinya, tersangka berpura-pura ingin membeli motor milik korban, namun ujubt-ujungnya dibawa kabur.
Diungkapkan, sebelumnya tersangka bermaksud membeli sepeda motor milik korban. Setelah disepakati, keduanya bertemu di warung kopi milik Riyadi di Desa Pucangagung Kecamatan Bayan, pada Minggu (16/9).
Untuk meyakinkan korban, dalam transaksi itu tersangka mengaku sudah menyiapkan uang. Setelah yakin, korban kemudian memberikan STNK dan kunci kontak. Dengan dalih ingin mengetahui kondisi mesin, tersangka meminta untuk mencobanya.
“Tersangka kemudian mencoba sepeda motor milik korban. Tapi setelah lama ditunggu, tersangka berikut sepeda motornya tidak kembali lagi, “kata Iptu Siti Komariah dalam press rilis di Mapolsek Bayan, Kamis (20/9).
Lanjut Iptu Siti Komariah, setelah mendapat laporan, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan diketahui tersangka berada di Magelang. Selanjutnya Resmob Purworejo berkoordinasi dengan Resmob Magelang melakukan penangkapan terhadap tersangka.
“Tersangka berhasil kita tangkap di Terminal Tidar Magelang, “ucapnya.
Menurut Iptu Siti Komariah, atas perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Sementara barang bukti yang diamankan berupa 1 unit sepeda motor Suzuki FU 150 scd Nopol AA 2239 LL dan STNK. Atas kejadian itu korban menderita kerugian sekitar Rp 9,5 juta.
Sementara tersangka T mengaku nekad melakukan perbuatan itu karena butuh sepeda motor untuk memulai usaha jualan sayur setelah berhenti bekerja di Kalimantan.
“Saya kepingin punya sepeda motor untuk usaha tapi nggak punya uang, “ujar T. (W5)

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *