Berlogo Polri, Flyer Tentang Razia Masker di Tingkat Kecamatan Dipastikan Hoax

PURWOREJO, Dalam dua hari belakangan ini beredar informasi di medsos berupa flyer tentang akan adanya kegiatan razia yang melibatkan beberapa unsur yakni Kepolisian, TNI, Satpol PP, Dishub, dan 3 Pilar. Flyer yang beredar di grup-grup WA itu antara lain menyebutkan bagi yang ketahuan tak mengenakan masker akan didenda minimal Rp 250.000.

Dalam flyer berlatar belakang logo mabes polri disebutkan, razia akan dilakukan di tingkat kecamatan pada 21 Juni hingga 31 Juli 2020. Jika ketahuan tidak memakai masker akan dikenakan denda berupa menyapu jalan, menyanyikan lagu wajib, dan denda minimal Rp 250.000.

Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito melalui Kasubag Humas Polres Purworejo Iptu Siti Komariyah saat dikonfirmasi menyebutkan, berita tersebut murni hoax. “Sudah saya konfirmasi ke Mabes Polri, flyer itu hoax,” tegasnya. 

Sementara itu Kasatpol PP dan Damkar Budi Wibowo, yang dikonfirmasi belum bersedia menjelaskan lebih jauh. “Kita belum ada koordinasi terkait dengan hal itu. Saya rasa itu hoax,” ujar Budi.

Stephanus Aan

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Purworejo, Stefanus Aan Isa Nugroho, SSTP, M.Si yang ditemui di ruang kerjanya, berujar, pihaknya telah memberikan stempel ‘hoax’ terhadap berita tersebut. 

“Walaupun formatnya berbeda, tapi isinya sama karena info itu dibuat dalam beberapa versi,” ucap Aan.
Ia mengungkapkan, seminggu sekali pihaknya merilis rekapitulasi berita yang masuk dalam kategori hoax untuk diketahui masyakarat. 

Aan pun menyampaikan, bila masyarakat mendapatkan berita yang diduga meragukan kebenarannya, segera  lakukan pengecekan melalui medsos Dinkominfo Purworejo. Bisa melalui WhatSapps (082140273000), Instagram (dinkominfopwr), Facebook (dinkominfopwr), atau melalui play store (“PORJO”).

Menurut Aan, informasi tersebut cukup ditangkap layar (screenshot) dan pihaknya akan menyampaikan informasi terkait kebenaran berita tersebut. Adapun aneka informasi itu bisa berupa tulisan, gambar, foto, video, bahkan screenshoot percakapan sekalipun.

“Masyarakat masih mudah percaya akan kebenaran informasi dan langsung menyebarkannya tanpa mempedulikan valid tidaknya informasi tersebut. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” tandas Aan.

Aan menghimbau agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas. Bila ada berita atau informasi baik di luar maupun di dalam Purworejo yang sumbernya tidak jelas, silakan cek melalui link tersebut, kami siap  membantu. (Dia)

Tinggalkan Balasan