Berdalih Beri Pekerjaan VCS, Koki Rumah Makan Perdaya Perempuan Muda

PURWOREJO, ARP (23) seorang koki di sebuah rumah makan di Jalan A Yani Purworejo, harus siap-siap merasakan dinginnya jeruji tahanan akibat perbuatannya melakukan tindak pidana pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Yaitu melakukan Panggilan Video Sex (Video Call Sex, VCS) kepada seorang perempuan berusia 20 tahun yang berujung permintaan hubungan badan.

Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (4/11) di halaman Polres Purworejo, Kasatreskrim Iptu Agil Widyas Sampurna, S.IK, M.H. menjelaskan kronologi kejadian. Disebutkan, peristiwa berawal ketika korban memanfaatkan akun grup Facebook ‘Loker Purworejo Siap Kerja’ untuk mencari pekerjaan.

Rupanya kesempatan itu dimanfaatkan oleh tersangka yang menyamar menggunakan akun Facebook perempuan bernama ‘Septi Septi’ untuk menawarkan pekerjaan sebagai wanita bookingan.

Melalui fasilitas messenger, korban mengirim pesan bahwa dirinya tidak bisa menerima pekerjaan tersebut dengan alasan tidak bisa keluar rumah.

“ARP kemudian menawarkan pekerjaan VCS (Video Call Sex) dengan imbalan Rp 1 juta/jam, dan disetujui korban,” jelas Agil.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip itu pun memanfaatkan kesempatan itu dengan membuat akun Facebook bernama ‘RIS’ dengan dalih seolah-seolah merupakan pelanggan dari akun ‘Septi Septi’.

Agil merinci, tersangka akhirnya berhasil melakukan VCS bersama korban. Tak hanya itu, tersangka juga melakukan foto tangkap layar atau screenshot korban saat dalam keadaan bugil. Rupanya foto itu digunakan tersangka untuk mengancam korban guna melayani nafsu bejatnya.

“Tersangka mengancam akan menyebarkan foto korban apabila permintaannya tidak dipenuhi. Karena takut, korban akhirnya melayani permintaan tersangka di sebuah penginapan di daerah Pantai Glagah Kulonprogo setelah sebelumnya mereka bertemu lebih dahulu di Pasar Sendang Kecamatan Purwodadi,” kata Agil.

Kejadian itu dilakukan pada tanggal 18 September 2020. Tak hanya sampai di situ. Keesokan harinya tersangka kembali meminta korban untuk melakukan VCS. Namun korban menolak yang mengakibatkan tersangka kembali mengancam akan menyebarkan foto tak seronok korban.

Merasa terancam, korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke Polres Purworejo. Petugas pun akhirnya menangkap tersangka yang dengan sangkaan melanggar ketentuan pasal 45 tentang Undang-undang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun. Adapun barang bukti yang diamankan berupa HP, motor dan uang pecahan Rp 50.000 sebanyak dua lembar.

Kasat Reskrim menyampaikan, ternyata tersangka sudah melakukan hal yang sama terhadap enam wanita lain yang rata-rata adalah fresh graduate SMA sampai S1 yang sedang membutuhkan pekerjaan.

Kepada media, tersangka yang berprofesi sebagai koki di sebuah rumah makan di Jalan A Yani itu membantah melakukan VCS. “Saya hanya mengajak berhubungan intim tapi tidak melakukan perekaman,” sanggahnya. (Dia)

Tinggalkan Balasan