Atasi Kebosanan, SDKUB Muhammadiyah Terapkan Sistem Belajar di Luar Ruang

PURWOREJO, Terobosan baru yang dilakukan SD Kepemimpinan Umat dan Bangsa (SDKUB) Muhammadiyah Purworejo melalui sistem pembelajaran outdoor mulai diterapkan. Sudah sejak dua minggu ini, sekolah yang terletak di jalan Brigjen Katamso itu mengajak para siswa untuk belajar di wahana Edupark milik SD KUB.

Seperti tampak pada Jumat (20/11) pagi, saat siswa siswi kelas 1 dan 2 belajar di Edupark yang lokasinya berada di belakang gedung sekolah. Hari ini siswa kelas 1 belajar Bahasa Inggris diampu oleh Nurulia Ika, S.Pd. Adapun siswa kelas 2 belajar tematik PPKn dengan diampu Ika Desi Lestari, S.Pd.

Anak-anak tampak riang gembira. Sambil belajar mereka berlarian dan sesekali bermain ayunan di tempat yang disediakan di sana. Salah seorang siswa kelas 2 Arsyad Mazya berpendapat, dirinya senang belajar di luar ruang.

“Ada ayunan, bisa duduk-duduk terus lari-larian sama teman. Bisa teriak-teriak juga, tidak seperti kalau di dalam kelas, ndak bebas,” ucapnya polos.

Hal senada juga diungkapkan siswi kelas 1 Cihan Mahera. Ia mengungkapkan, dirinya bahagia belajar sambil bermain bersama teman-teman. Seperti beberapa temannya yang mengenakan sandal sambil berlarian, Cihan juga tampak bahagia berlarian ke sana kemari usai belajar, sambil sesekali bermain ayunan.

Beberapa siswa juga tampak membawa ranting pohon kering untuk disingkirkan. Sebelum kembali ke kelas, mereka menikmati snack yang dibagikan.

Anak-anak ceria belajar di luar ruang

Kepala SD KUB Eko Nurrahmad S.Pd mengungkapkan, program belajar bersama alam yang digagas SD KUB sepertinya masih menjadi satu-satunya di Purworejo. “Rencananya akan kami terapkan tiga hari belajar di kelas, tiga hari belajar di edupark. Walaupun realisasinya baru seminggu dua kali,” ucap Eko.

Adapun tema belajarnya, kata Eko, tergantung dari materi yang disampaikan. Seperti hari Jumat ini, lanjut Eko, pelajaran Bahasa Inggris dengan tema menyebutkan nama buah dan sayur dalam Bahasa Inggris. “Anak-anak sambil mencari beberapa buah dan sayur yang ditanam di Edupark untuk disampaikan dalam bahasa Inggris.”

Eko berharap, anak-anak akan betah belajar di sekolah. “Di rumah mereka sudah ketemu tembok, masa di sekolah ketemu tembok lagi? Di sinilah kemudian kami mengkombinasikan konsep belajar sambil bermain agar pelajaran dapat terserap secara maksimal,” katanya.

Disamping itu dengan konsep tersebut diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa, yakni berempati, peduli, dan kritis yang digambarkan melalui peduli lingkungan dan teman.

“Dengan menyatu bersama alam diharapkan anak-anak lebih peka. Hal itu akan membangun karakter yang kuat serta memiliki kemampuan menganalisa dan menemukan solusi dengan cara melihat langsung ke lapangan,” pungkas Eko. (Dia)

Tinggalkan Balasan