Apel Hari Santri, Guru dan Karyawan MAN Purworejo Pakai Baju Koko dan Sarung

PURWOREJO, Sebagai sekolah yang berbasis religi, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo memperingati Hari Santri tanggal 22 Oktober hari ini dengan menggelar apel. Kegiatan diikuti seluruh guru dan karyawan di aula sekolah setempat mulai pukul 08.00.

Selain diikuti peserta yang hadir di aula, para siswa MAN juga mengikuti kegiatan apel melalui zoom meeting dan ditayangkan pada dua buah screen atau layar yang ada di aula tersebut. Kepala MAN Khoirul Umam, M.Pd bertindak sebagai pembina apel.

Seluruh peserta apel mengenakan pakaian muslim; peserta putra mengenakan sarung, baju koko lengkap dengan peci. Sedangkan peserta putri mengenakan baju muslimah. Selama hampir satu jam apel digelar, seluruh peserta megikutinya dengan hikmat.

Kegiatan khotmil Quran one person one juz wanita

Seperti layaknya upacara, pembina upacara pun memberikan amanat. Kali ini selama hampir 20 menit Khoirul Umam selaku pembina apel menyampaikan beberapa hal terkait peringatan hari santri nasional.

Disampaikan Umam, walaupun peringatan diadakan secara sederhana tapi diharapkan seluruh warga MAN dapat menjiwai makna hari santri.

“Hari Santri pertama kali dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 22 Oktober tahun 2015 di Masjid Istiqlal. Jadi hari ini merupakan peringatan ke-6,” ucapnya.

Umam juga berkisah tentang sejarah santri dari waktu ke waktu. Kepala MAN dua periode itu juga berpesan kepada para guru agar memberi motivasi kepada siswa siswi yang berusaha menghafal Alquran 30 juz agar cita-citanya tercapai.

Khotmil Quran pria

Dirinya juga kembali mengingatkan bahwa Tahun 2021 merupakan waktu untuk merealisasikan MAN sebagai madrasah yang unggul dan berprestasi.

“Semoga kita bisa mengambil hikmah dari peringatan hari santri yang kali ini mengusung tema santri sehat Indonesia kuat,” pungkas Umam.

Apel berakhir setelah berlangsung hampir satu jam. Usai apel dan beristirahat sejenak, para peserta melanjutkannya dengan khotmil Quran dengan sistem one person one juz (OPOJ). Selain itu, melakui WA grup, wali kelas memandu siswanya untuk melakukan hal serupa.

Dengan memiliki 30 kelas maka ada 30 kali khatam Alquran ditambah tiga kali yang dilakukan oleh guru dan karyawan. Menurut Humas MAN Bisri, M.Pd, kegiatan itu dilakukan selain untuk memohon kemudahan kepada Allah SWT di tengah situasi sulit saat ini, juga untuk membumikan Alquran di sekolah yang memiliki dua lokasi yakni di jalan Kartini dan di Jalan Yogya itu. (Dia)

Tinggalkan Balasan