Antisipasi Ledakan Pasca Pilkada, Semua RS Agar Siap Tampung Pasien Covid-19

PURWOREJO, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti, MA meminta kesiapan seluruh rumahsakit  di Purworejo untuk menerima pasien Covid-19. Hal itu untuk mengantisipasi potensi ledakan pasien Covid-19 usai Pilkada yang akan digelar dua minggu lagi.

“Setelah tanggal 9 Desember kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Pada saat itulah kita semua sudah siap. Maksimum dua minggu ini, kesiapan itu harus kita penuhi,” tegas Yuni Astuti di depan para direktur RS se Kabupaten Purworejo, di Ruang Bagelen Setda, Kamis (26/11).

Pjs Bupati juga meminta kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas, agar standby untuk melakukan tracking dan tracing jika terjadi kasus pada tanggal 9 Desember.

“RSUD RAA Tjokronegoro juga kita siapkan menerima pasien, RS swasta juga harus siap. Namun kita semua berharap ledakan kasus itu tidak terjadi,” tandasnya.

Lebih lanjut diungkapkan, dalam tiga minggu terakhir ini kasus terkonfirmasi Covid grafiknya tidak pernah turun. Walaupun kita recovery ratenya tinggi, namun kita miris jika penambahan kasus tidak bisa kita landaikan.

Pjs Bupati Ir Yuni Astuti, MA kumpulkan para direktur RS

Menurut data, terkonfirmasi positif Covid-19 pada gelombang pertama di Purworejo sejak 6 April hingga pertengahan Mei 2020 berjumlah 80 orang. Sedangkan pada gelombang kedua sejak awal Juli hingga saat ini terdapat 1.000 lebih orang yang terkonfirmasi positif. 

Terdapat potensi penambahan kasus pada kerumunan di seluruh tahapan Pilkada dan libur panjang akhir tahun. Hal ini menuntut kewaspadaan seluruh pihak utamanya pemangku kepentingan di Purworejo.

Pjs Bupati mengungkapkan, RSUD Dr Tjitrowardojo sempat mengalami kehabisan tempat tidur bagi pasien Covid. Untuk itu dia mengajak seluruh RS di Purworejo sebagai garda terakhir penanganan Covid, siap menyediakan tempat bagi pasien Covid. 

“Seminggu terakhir sempat terjadi tempat tidur full di RSUD Dr Tjitrowardojo. Ini bukan waspada lagi tetapi sudah siaga. Kita harus bersama-sama, tidak bisa hanya mengandalkan RSUD Dr Tjitrowardojo,” tandasnya.

Pjs menambahkan, pihaknya terus mempersiapkan segala hal untuk mengantisipasi ledakan kasus yang mungkin terjadi saat pemungtan suara pada 9 Desember. Meskipun berbagai protokol kesehatan telah disiapkan selama pelaksanaan Pilkada. (Nas)

Tinggalkan Balasan