Anggapan Satpol PP Tukang Garuk dan Gusur Akan Ditepis dengan Tindakan Humanis

PURWOREJO, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo mengungkapkan, di tengah masyarakat masih ada anggapan negatif bahwa Satpol PP identik dengan tukang garuk atau penggusur. Untuk itu pihaknya komitmen untuk menepis anggapan tersebut dengan menunjukkan cara-cara kerja yang humanis dalam melayani masyarakat.

“Momentum HUT tahun ini sekaligus kita jadikan ajang introspeksi diri. Saya yakin kepercayaan mayarakat terus meningkat dan anggapan negatif itu perlahan lahan akan hilang,” ungkap pada Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP ke-68, Damkar ke-99, dan Satlinmas ke-56 di halaman kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Sabtu (3/3).

Dijelaskan, Satpol PP dan Damkar juga akan terus membangun sinergitas dengan sesama organisasi perangkat daerah dan semua elemen masyarakat.

“Sesuai tema HUT kali ini, kami ingin terus bekerja seoptimal mungkin dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” sebutnya.

Budi Wibowo menyebutkan, peringatan HUT tahun ini mengangkat tema Dengan Bertambahnya Usia Tingkatkan Rasa Syukur Kita untuk Tetap Memberikan Pelayanan Terbaik.

Dalam kesempatan itu diserahkan santunan kepada 50 kaum duafa, anak yatim, dan sejumlah anggota pekerja harian lepas (PHL) Damkar. Penerima santunan berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Kelurahan Keseneng, Mudalrejo, Baledono, dan Purworejo Kecamatan Purworejo.

“Santunan ini sebagai bentuk empati kami terhadap sesama. Dana bersumber dari badan amil zakat (BAZ) Satpol PP dan Baznas,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo, S.Sos, MSi.

Pengajian Tasyakuran yang diisi penceramah Gus Hakim dari Ponpes Maron menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT setelah pada hari sebelumnya diawali dengan donor danar massal. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *