Agar Ajukan Anggaran, Pengurus PKK Agar Ikut Musrenbangdes Meski Tak Diundang

PURWOREJO, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Purworejo, Agus Ari Setiyadi, S.Sos minta agar pengurus PKK desa bisa aktif mengikuti Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Bahkan meskipun tidak diundang dianjurkan untuk tetap datang, sehingga bisa mengajukan anggaran untuk kegiatan PKK.
“Paling tidak mengajukan anggaran Rp 30 juta per tahun untuk PKK, sehingga kegiatan PKK bisa berjalan baik. Tapi dalam menggunakan anggaran harus riil, sesuai dengan kenyataan,” ujar Agus Ari Setiadi pada pelatihan peningkatan mutu kader PKK, di pendopo kabupaten, Selasa (9/4).

Hadir pula istri Bupati Hj Fatimah Verena Prihastyari, SE, dan Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Dra Erna Setyowati Said Romadhon serta sejumlah pengurus PKK.

Menurut Agus Ari Setiadi,TP PKK memiliki program pokok yang dituangkan dalam 10 program dan diimplementasikan dari PKK pusat, provinsi, hingga desa. Dari program itu mencakup seluruh kepentingan masyarakat dari mulai pemberdayaan, peningkatan ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan, dll.

“Sebenarnya negara kita tidak usah bingung, asalkan semua paham 10 Program Pokok PKK, Indonesia bisa ayem tentrem dan sejahtera. PKK sangat luwes, bisa jadi motivator, inisiator, dinamisator, bahkan juga harus bisa jadi provokator yang positif,”ujar Agus.
Lebih lanjut Agus Ari Setiyadi mengatakan, pemerintah konsen untuk makin memperkuat PKK. Apalagi sebagai mitra pemerintah dalam membangun bangsa dengan programnya yang lengkap, maka pemerintah menerbitkan peraturan seperti yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.99/2017 tentang gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Dra Erna Setyowati Said Romadhon mengatakan, Pelatihan Peningkatan Mutu Kader merupakan ajang yang paling strategis dan untuk mensinergikan tentang gerakan PKK sesuai hasil Rakernas VIII Tahun 2015. Dan merupakan media yang sangat baik untuk sharing, saling mengisi dan berbagi pengalaman didesa masing-masing tentang pelaksanaan gerakan PKK.

Diungkapkan, keluarga adalah kelompok terkecil dari suatu negara. Keluarga yang dididik dengan baik akan menciptakan negara yang baik. Negara yang sejahtera diawali dari keluarga yang sejahtera .
Erna Said mengajak kepada seluruh jajaran TP PKK untuk memberikan bimbingan, pembinaan dan fasilitas dan berkelanjutan kepada kader PKK termasuk kader dasa wisma, karena kepada merekalah sesungguhnya terletak fungsi kinerja dan program PKK.
“Saya juga mengingatkan kepada semua kader, untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan, kemudian lakukan penilaian apakah ada keberhasilan. Berhasil atua tidak untuk dijadikan ukuran merumuskann strategi dan tindak lanjut dalam membuat rencana kerja,” harap Erna Said. (*)

Tinggalkan Balasan