Ada Guru Terpapar Covid-19, KBM Tatap Muka SMPN 33 Dihentikan Sementara

PURWOREJO, Pergerakan warga Purworejo yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam tiga hari ini mengalami tren menurun. Setelah kemarin lusa dan kemarin masing-masing tujuh dan lima orang, hari ini, Selasa (6/10) hanya bertambah dua orang.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Tolkha Amaruddin, Sp. THT, KL melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Purworejo menyebut, kedua orang itu berasal dari Kecamatan Gebang dan Kecamatan Banyuurip. Mereka adalah MF (laki-laki) dari Desa Seren, Kecamatan Gebang dan T (perempuan) warga Desa Bencorejo, Kecamatan Banyuurip.

Dengan demikian, saat ini jumlah warga Purworejo yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 656 orang, 542 orang diantaranya telah sembuh, 86 orang menjalani isolasi mandiri, 25 orang meninggal dunia dan 3 orang dirawat di RS. Adapun sebanyak 271 orang menunggu hasil swab.

Sementara itu, terkait dengan adanya satu guru di SMPN 33 Purworejo yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihak sekolah telah melakukan swab kepada 25 orang guru yang berisiko tinggi terpapar. Selain itu kegiatan konsultasi terprogram atau tatap muka yang sudah dilakukan pun dihentikan sementara.

Dr Tolkha Amaruddin Sp.THT.KL

Kepala SMPN 33 Nikmatur Rohmah, M.Pd menuturkan hal tersebut di sela acara syukuran hari ini Selasa (6/10). Dikatakannya, swab dilakukan pada tanggal 1 Oktober.

“Kemarin hasil swab sudah keluar, dan alhamdulillah 25 guru itu semuanya dinyatakan negatif,” tuturnya kepada media.

Dijelaskan Nikmah, saat dinyatakan ada satu guru yang dinyatakan positif, pihaknya langsung mengkarantina guru dan menghentikan kegiatan KBM tatap muka.

“Dengan adanya hasil ini maka kami akan kembali melakukan kegiatan konsultasi terprogram mulai hari Kamis (8/10) mendatang,” imbuhnya.

Nikmah bersyukur semuanya dapat teratasi dengan cepat. Ia berharap agar situasi tersebut tidak berulang dan siswa dapat kembali aman dan nyaman melakukan kegiatan konsultasi terprogram. (Dia)

Tinggalkan Balasan