600 Warga Berbondong-bondong Mengikuti Kegiatan Reses Yophi Prabowo

PURWOREJO, Lebih dari 600 warga masyakarat yang berasal dari 25 kelurahan di Kecamatan Purworejo dan Kaligesing mengikuti Kegiatan Reses anggota DPRD Kabupaten Purworejo Dapil 1 Yophi Prabowo, SH pada masa persidangan III Tahun 2019, Minggu malam (1/12).

Jumlah peserta sebanyak itu merupakan yang terbanyak dalam kegiatan reses yang digelar para anggota DPRD Purworejo. Saking banyaknya peserta, mereka tak tertampung di Aula Siola. Akhirnya mereka duduk di luar gedung.

Dalam acara yang digelar di RM Dargo itu hadir pula Kholik Idris, SH, MH, M.Si, anggota DPRD provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai Demokrat, Agus Bastian, SE, MM selaku Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah, serta enam anggota Fraksi Demokrat DPRD Purworejo.
Dalam sambutannya Agus Bastian berharap agar kedua wakil rakyat yang hadir pada forum reses itu dapat menyerap aspirasi rakyat.

“Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Yophi yang telah berhasil mempertahankan 6 wakil di DPRD Kabupaten Purworejo dengan jumlah pemilih yang meningkat dari waktu sebelumnya,” ucap Agus Bastian.

Agus Bastian

Dalam kesempatan itu Yophi Prabowo yang juga menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo mengatakan, masa reses bagi anggota dewan adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyerap aspirasi rakyat sebagai modal untuk bekerja.

Pada bulan April mendatang, ungkap Yophi, hasil reses akan dituangkan dalam Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD) berdasarkan skala prioritas. RKPD kemudian ditulis untuk dianggarkan pada tahun berikutnya.

Yophi merinci, ada beberapa kegiatan pembangunan yang didasarkan pada RKPD antara lain pembangunan Pasar Baledono yang menelan biaya Rp 114 miliar. Demikian pula Rumah Sakit Tipe C yang akan selesai pembangunannya akhir bulan Desember ini.

“Pembangunan RS Tipe C senilai Rp 97 miliar. Dalam APBD 2020 sudah dibahas pembelian kelengkapan sarana senilai Rp 55 miliar. Disamping itu juga pembangunan Patung Dewa Ruci di Jatimalang sebagai ikon pantai di Purworejo yang semuanya berdasar RKPD,” ujar Yophi.

Peserta sampaikan aspirasi

Dalam acara itu para peserta antusias menyampaikan aspirasi mereka. Seperti Rawuh Santoso, seorang pegiat seni dari Kelurahan Pangenrejo. Ia mengusulkan agar kesenian Purworejo dapat dikenalkan secara luas di luar Purworejo.

Demikian juga Muji dari Kelurahan Pangenjurutengah yang menanyakan tentang Perda Sampah untuk menertibkan kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya. Ia juga menanyakan tentang proses ijin pengeringan lapangan agar dapat segera difungsikan untuk kepentingan kegiatan warga.
Tentang sosialisasi kesenian Purworejo di luar daerah, Kholik Idris berkomentar bahwa Pemprov Jawa Tengah telah memiliki perwakilan kesenian di Jakarta yang mengadakan pentas seni seminggu sekali secara bergiliran.
Adapun Agus Bastian menanggapi, Pemkab sangat concern pada kesenian sebagai bagian dari pariwisata. Hal itu terbukti dengan dikirimnya grup tari dolalak ke Swedia beberapa waktu lalu sebagai bentuk komitmen agar kesenian asli Purworejo itu dapat dikenal pada level internasional.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, Yophi berjanji akan segera mengkaji dan menindaklanjuti. Mengenai ijin pengeringan lapangan, Agus Bastian bahkan berianji akan memfollow up besok (Senin, Red) pagi. (Dia)

Tinggalkan Balasan