4 Tahun Berdiri, Bank Sampah SMKN 1 Jadi Tempat Menimba Ilmu

PURWOREJO, Bank Sampah dan hasil produksi pupuk organik milik SMK Negeri 1 Purworejo menjadi jujugan studi banding sekolah dan desa. Sejak didirikan pada tahun 2014 sudah puluhan kali dikunjungi sekolah dan perangkat desa baik dari Kabupaten Purworejo maupun luar Purworejo.
“Tujuan mereka ingin mengetahui dan belajar cara pengelolaan sampah hingga mengolah menjadi pupuk organik yang nantinya akan diterapkan di sekolah atau desa, “kata Kepala SMK Negeri 1 Purworejo Budiyono, S.Pd, M.Pd, Jumat (9/11).
Diungkapkan, ide pembuatan bank sampah berawal saat ada penilaian Sekolah Adiwiyata. “Dari tuntutan lingkungan sekolah yang hijau dan sampah ramah lingkungan, muncul ide sekalian membuat bank sampah, “ujar Budiyono.
Dijelaskan, proses pengolahan sampah hingga menjadi pupuk organik membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Diawali dengan memisahkan jenis sampah organik dan non organik.
Setelah dipisahkan proses selanjutnya pencacahan sampah organik menggunakan mesin hingga membentuk potongan-potongan kecil. Selanjutnya dengan menggunakan mesin khusus sampah organik yang sudah terpotong kecil-kecil dicampur dengan kotoran kambing dan EM 4.
“Setelah itu sampah yang sudah dicampur dengan kotoran kambing dimasukan ke dalam komposter dan dibiarkan selama dua minggu untuk proses prementasi,”ucap Budiyono.
Disebutkan, pupuk organik hasil produksi SMK Negeri Purworejo sudah dijual bebas dan banyak dipesan masyarakat. Disamping itu banyak pula sekolah-sekolah yang memesan. “Harga per kilonya Rp 6000, dijual dalam kemasan plastik isi 5 kg, “ujar Budiyono. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *