39 Pengurus BPC Hipmi Purworejo Dilantik, Ketua Ardhany Yusuf

PURWOREJO, Sebanyak 39 Anggota Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) masa bakti 2019-2022 dilantik oleh Ketua Bandan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Tengah Billy Dahlan. Sementara SK pelantikan dibacakan oleh, Sekretaris BPD Hipmi Jateng, Gumilang Febriansyah.

Dalam sambutannya Billy Dahlan meminta, Hipmi Purworejo harus mampu membangun semua sektor untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa dan negara, khususnya bagi masyarakat Purworejo.

“Di era revolusi industrl 4.0, Hipmi dituntut secara nyata dalam proses pembangunan. Jangan hanya jadi penonton, tapi segera melakukan tindakan yang nyata untuk kemajuan anggota dan masyarakat,” ungkapnya.

Usai dilantik, Ketua BPC Hipmi Purworejo priode 2019 – 2022 Ardhany Yusuf siap mengemban amanah yang diterimanya. Ada tiga misi pokok telah disiapkan.

Pertama, mewujudkan peran serta Hipmi Purworejo di semua lapisan masyarakat, khususnya para pengusaha dalam menjalankan usahanya menjadi pengusaha yang matang dan tangguh.

Kedua, membantu para pengusaha kecil menjadi menengah dan pengusaha lokal menjadi interlokal. Ketiga menumbuhkan dan meningkatkan peran serta pemuda menjadi pengusaha berkemampuan value, kreatif, dan inovatif.

Selain 3 misi pokok itu juga telah disiapkan Innovating Ardan, meliputi maksimalisasi Hipmi Peduli, digitalisasi BPC Hipmi Purworejo, dan internalisasi BPC Hipmi Purworejo.

“Tentu itu masih akan berkembang dan kami susun lagi bersama pengurus. Tapi yang menjadi prioritas pertama, untuk tahun pertama ini ada penambahan anggota menjadi 300 orang,” ujarnya.

Selain itu, untuk menyongsong Romansa 2020, Hipmi purworejo akan memfokuskan pengembangan wira usaha terutama di bidang pariwisata.

“Dengan adanya bandara YIA, Badan Otorita Borobudur dan Bendungan Bener, saya ingin semua anggota dapat berperan, tidak hanya menjadi penonton kemajuan yang akan dicapai oleh Kabupaten Purworejo,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo Agus Bastian dalam sambutannya yang dibacakan wakil Bupati, Yuli Hastuti menjelaskan, daya saing suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh kemandirian dan kemampuan masyarakat untuk selalu meningkatkan kualitas dan keunggulan sumber daya manusianya. Sehingga bangsa yang SDM-nya rendah, bukan tidak mungkin akan tergilas roda zaman dan hanya menjadi penonton.

“Era milenial atau yang sering disebut era revolusi industri 4.0 dewasa ini, ditandai dengan persaingan yang tajam dan ketat di segala lini,” kata Yuli Hastuti.

Di tengah keterbatasan lapangan kerja, lanjut Yuli, masyarakat harus memiliki jiwa wirausaha atau entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga secara tidak langsung akan membantu mengatasi masalah pengangguran.

“Kita memerlukan entrepreneur agar ekonomi bisa bergerak, lapangan pekerjaan semakin terbuka, dan tentu saja dampaknya mengurangi pengangguran dan mengurangi kemiskinan,” jelasnya. (W5)

Tinggalkan Balasan