12 Siswa SMK PN dan PN 2 Ikuti Program Nasmoco Go to School

PURWOREJO, Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan menangani masalah pada kendaraan bermotor khususnya mobil, sebanyak 12 siswa kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK PN dan PN 2 mengikuti Program Nasmoco to School (NGtS). Program kerjasama dengan Nasmoco Magelang itu diadakan selama dua hari yakni Rabu dan Kamis (11-12/11).

Hal itu disampaikan Kepala SMK PN 2 Rakhmi Widayati, S. Sos saat membuka acara NGtS di aula sekolah setempat, Rabu (11/11). Rakhmi didampingi Kepala SMK PN Sugiri, S.Pd.

Dalam acara yang disampaikan dengan tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris itu, hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah Dr Nikmah Nurbaity, S.Pd, M.Pd, B.I.

Hadir pula Kepala Bengkel Nasmoco Subhan Firdaus, ketua dan pengurus yayasan SMK PN, Camat Purworejo Sudaryono, serta kepala SMK di Kabupaten Purworejo.

Rakhmi meyebut, dengan menjadi teknisi pendamping dari Nasmoco, para siswa diharapkan mendapat pengalaman dan meningkatkan mental dalam menghadapi customer.

Rakhmi Widayati

“Hal ini penting sebagai bekal para siswa saat memasuki dunia kerja,” ujarnya. Ditambahkan, selama dua hari sebanyak 81 mobil yang akan diservis.

Selain itu SMK PN 2 juga tengah menerapkan sistem Teaching Factory (Tefa) yakni pembelajaran berbasis industri.

“Tanggal 14 November nanti, mesin akan tiba di sekolah dan akan dirakit oleh siswa. Selanjutnya tanggal 16 November para siswa akan memproduksi kanvas rem untuk dikirim ke pabrik Chemco yang juga menjadi mitra sekolah,” kata Rakhmi. Adapun diklat Tefa diikuti siswa kelas industri.

Di sisi lain, Nikmah Nurbaity menyebut bahwa link and match merupakan hal yang tidak terelakkan bagi SMK. Link and match ini, tutur Nikmah yang mengawali kariernya sebagai guru di SMK PN, ibarat SMK yang melakukan pernikahan massal dengan banyak iduka atau industri dunia kerja. Adapun para guru bertindak sebagai mak comblang.

Untuk itu, kata Nikmah, para guru harus mengikuti pogram up skill agar dapat meng-up date ilmu pengetahuannya.

Pembukaan acara NGtS ditandai dengan pemukulan gong

“Para siswa harus berdisiplin, memiliki endurance atau kekuatan, serta kemampuan bertahan dengan dibekali soft skill dan hard skill,” katanya.

Adapun kepala bengkel Nasmoco Magelang Subhan Firdaus,
seperti biasa, menggugah semangat para hadirin dengan yel-yelnya. Ia juga kembali menekankan agar sekolah dapat memahami dunia industri. Nasmoco, katanya sebagai pihak yang siap membantu siswa menghadapi dunia kerja.

Selain NGtS, pada event kali ini juga diadakan pameran industri yang ditinjau oleh seluruh hadirin.
Produk yang dipamerkan antara lain mesin konsentrasi dan alat cuci tangan otomatis yang banyak menarik minat pengunjung.

Selain itu, event kali ini juga dimanfaatkan sebagai ajang pagelaran seni yang sudah lama tidak dipertunjukkan akibat pandemi yang berkepanjangan. Yakni Hadroh oleh guru SMK PN serta pagelaran wayang kulit dengan dalang cilik Bayu, siswa kelas 7 SMP N 27, dan Angkup yang merupakan alumni SMK PN. Saat ini dirinya sedang melanjutkan sekolah di ISI Surakarta jurusan pedalangan.

Seperti yang disampaikan oleh Rakhmi, SMK PN 2 memiliki gedung seni dan budaya yang menggelar kegiatan seni seperti wayang, ketoprak, dan campur sari yang disiarkan secara live di radio setiap malam Sabtu legi dan Rabu legi. Saat ini, kata Rakhmi, sudah 164 episode yang disiarkan di radio Mitra FM.

Dalam kegiatan hari itu juga dipamerkan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh organisasi pecinta alam SMK PN dan PN 2 yakni Cintaldo berupa rapling dari gedung lantai tiga sekolah tersebut. Selama ini Cintaldo dikenal eksis dalam kegiatan kepecintaalaman dan lingkungan. (Dia)

Tinggalkan Balasan