1.300 Anak SD di Kecamatan Purworejo Ikuti Imunisasi Campak Massal

PURWOREJO, Di di wilayah Kecamatan Purworejo cakupan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Campak masih di bawah target yaitu 94,4 persen. Angka tersebut di bawah target nasional 98 persen. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Campak, Ernaningsih, di pendopo kabupaten, Selasa (9/9).
Kegiatan BIAS Campak ditandai dengan imunisasi sebanyak 1.300 anak sekolah dasar di Kecamatan Purworejo. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Yayasan Ronald McDonald House Charities (YRMHC) dan Kementerian Kesehatan.
Lebih lanjut dikatakan, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi BIAS. Salah satunya dengan kegiatan promotif dan preventif melalui pelaksanaan di lapangan dengan harapan adanya komitmen bersama dalam mendukung suksesnya pelaksanaan BIAS Campak Tahun 2019.

Diungkapkan, upaya peningkatan cakupan imunisasi sudah dilakukan dengan berbagai cara dan strategi. Di antaranya menggandeng MUI, FKUB, Kementerian Agama, TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan, Penyuluh Agama dalam melaksanakan sosialisasi dan pemantapan program.
Sementara itu Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan, program pembangunan kesehatan di Indonesia telah menyusun beberapa strategi, sasaran dan target yang juga dicantumkan dalam rencana pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s), terutama dalam rangka penurunan angka kematian anak.
“Penyakit menular yang masih merupakan salah satu penyebab terbesar kematian anak, sebenarnya termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi,”tandas Bupati.
Dikatakan, cacar merupakan penyakit pertama dan satu-satunya penyakit yang telah berhasil dibasmi dari dunia ini. Prestasi ini merupakan hasil dari komitment yang tinggi, kerjasama antar negara, dan upaya keras dari orang-orang yang berdedikasi tinggi melintasi batas politis dan ideologis dalam suatu kampanye besar yang dimulai pada akhir tahun 1950an dan berlangsung selama hampir 20 tahun.

Menurut Bupati, measles atau campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Pada tahun 2000, lebih dari 562.000 anak per tahun meninggal di seluruh dunia karena komplikasi penyakit campak.

“Dengan pemberian imunisasi campak dan berbagai upaya yang telah dilakukan, maka pada tahun 2014 kematian akibat campak menurun menjadi 115.000 pertahun. Sehingga komitmen Indonesia untuk mencapai eliminasi campak pada tahun 2020, dapat terwujud,”pungkasnya. (A)

Tinggalkan Balasan