Akun Medsos Tim 3 Paslon Melanggar Aturan, KPU Diminta Beri Peringatan

PURWOREJO, Bawaslu Kabupaten Purworejo meminta KPU Purworejo memberikan peringatan tertulis kepada admin akun media sosial (medsos) tim pasangan calon bupati dan wakil bupati Purworejo terkait konten kampanye yang diupload melanggar aturan. Bawaslu juga meminta agar konten yang melanggar tersebut untuk segera dihapus. 

“Pelanggaran tersebut dilakukan oleh semua admin akun medsos pasangan calon bupati dan wakil bupati Purworejo nomor urut 1, 2 dan 3,” demikian bunyi rekomendasi Bawaslu kepada KPU seperti tertulis dalam siaran pers Bawaslu Purworejo, Rabu (2/12).

Koordinator Divisi Hukum Humas Data dan Informasi Bawaslu Purworejo, Rinto Hariyadi seperti dikutip dalam siaran pers, mengatakan, surat rekomendasi tersebut merupakan hasil kerja pengawasan kampanye di media sosial. Berdasarkan pengawasan kampanye di facebook dan instagram, terdapat 54 konten kampanye melanggar aturan.

Konten tersebut melanggar ketentuan pada BAB III tentang Kampanye oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye huruf (F) Kampanye dalam Bentuk Kegiatan Lain angka 2 huruf (g), (h), dan (i) Lampiran Keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 465/PL.02.4-Kpt/06/KPU/IX/2020 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Kampanye pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020.

Salah satu ketentuannya berisi bahwa pada desain kampanye melalui media sosial dilarang mencantumkan foto atau nama Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dan/atau pihak lain yang tidak menjadi pengurus partai politik.

“Berdasarkan hasil pengawasan kami, konten kampanye di medsos masih mencantumkan pihak lain yang tidak menjadi pengurus partai politik,” kata Rinto.

Sementara itu Koordinator Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Purworejo, Anik Ratnawati mengatakan, kampanye melalui media sosial di era pandemi covid-19 ini dinilai efektif untuk menyebarkan informasi ke masyarakat tentang nama, visi misi, program kerja pasangan calon. 

Sebab, kampanye tatap muka langsung dengan masyarakat saat ini sangat dibatasi oleh aturan. Hal tersebut untuk menghindari adanya penyebaran covid-19 selama masa kampanye.

“Kampanye di medsos semestinya digunakan dengan baik oleh semua paslon dengan mematuhi aturan yang ada,” katanya. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *